Shut your curiosity down for awhile and take a breath deeper now

Balada Kandang

Tambang kenangan tutuplah sudah
Ayam jantan nan cantik terus berlari dalam kandangnya
Dalam kesendirian batin dia menangis sendiri
” Aih, bila saja anak-anakku terus ada menjagaku ”
Ya, hitungan kelima maka meringislah setan-setan itu karena cakrawala berpihak pada dirinya
Ya, semua jangkauan Tuhan terasa dekat dengannya

Posted
4 weeks ago

Pangeran-Pangeran Minyak

Mereka memandang ke atas
Para jin yang dikutuk tawarkan trisula
“Bisa kalian gunakan untuk apa saja”
Semua kutukan mereda dengan gertakan tak berbayang

Agnostik
Mereka akhirnya hilang dalam pangkuan Yang Mulia

Posted
1 month ago

Terkadang mulut bisa menampung sup yang enak namun dapat pula menampung karamel yang mengeras

Posted
1 month ago

Si Burung Biru Menepi di Palembang

Taksi memang sudah akrab bagi kita. Taksi memiliki kelebihan-kelebihan yang tentunya menguntungkan bagi kita, termasuk saya yang memang banyak bergantung terhadap alat transportasi ini.
Munculnya Blue Bird Group di Palembang menjadi angin segar bagi pencari transportasi dengan keamanan dan kenyamanan lebih di Palembang, apalagi di Palembang banyak yang bergantung pada alat transportasi umum.
Pikir saya pada awalnya seperti ini, “Enak juga ya kalo nanti di bandara langsung bisa naik blue bird, gak harus dijemput lagi.”. Ternyata kami salah besar ! Taksi Blue Bird tidak diperbolehkan untuk melayani jasa dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II setelah para supir taksi bandara (baik yang formal maupun tidak) berunjuk rasa agar Blue Bird Group tidak melayani penumpang dari bandara SMB II.
Bisa kita lihat bahwa mental persaingan di Palembang cukup lemah, padahal seharusnya mereka terima dan meningkatkan standar pelayanan mereka pula.

Kenapa saya tidak suka dengan taksi-taksi di bandara SMB II ?

Mereka suka ‘maksain’ ! Bagaimana tidak, ketika saya bilang bahwa bakal ada yang menjemput saya, lalu seorang supir taksi berkata dengan nada memaksa bahwa lebih baik saya naik taksi si supir tersebut.
Bukan hanya itu, ketika saya dan keluarga mencoba menggunakan jasa taksi di bandara, si supir pun merokok dan membuka jendela dengan lebar padahal secara etika hal tersebut kurang sopan terhadap penumpang.

Lalu, apakah Blue Bird di Palembang cukup baik ?

Menurut saya iya, namun ketika saya dan teman saya mencoba naik taksi Blue Bird dari PS Mall menuju ke rumah, saya dan teman saya dimintai uang sebesar dua ribu rupiah, dan ternyata itu untuk dibayarkan kepada ‘Tuan Tanah’. Si tuan tanah ini entahlah seolah-olah ia yang punya tanah padahal toh itu tempat umum, malah dia minta-minta uang / ‘palakan’ kepada para supir. Perilaku seperti inilah yang menjadi bibit tindak korupsi.

Saran saya terhadap Pemerintah Kota Palembang adalah, sebaiknya dibahas lagi tentang layanan transportasi bandara, karena banyak yang merasa kurang nyaman. Lalu, seharusnya pemerintah bukan hanya fokus terhadap infrastruktur kota, tetapi non-infrastruktur kota, karena menurut saya, mental penduduk harus dibina lagi agar jangan sampai kota kita yang potensial ini jangan sampai ada ‘moral lacks’.

Posted
3 months ago

" To make a sacrifice to gain possession of 
This present reality, impossible to repeat -  
The act is unbreakably bound to loneliness. 
I can’t measure that weight as I am now, 
But even so, that’s fine. 
Echo far and wide, my prayer. 
Our reverberating singing voices 
Painted a momentary light, 
Illuminating a single flower. 
I want to keep our hands connected 
And always be with you “ 

An epic song from the soundtrack of Kyoukai no Kanata 

Notes
1
Posted
3 months ago
Borjuis berkata : kami yang terhebat … 5 hitungan lagi pun mereka akan mati ditengkuk rambut mereka sendiri …. tunggu …. saja …
Posted
7 months ago

Ranah 3 Warna - A. Fuadi

Teman tidak harus selalu bersama. Teman juga tidak harus selalu berdamai. Mungkin kadang-kadang kami perlu berpisah untuk lebih menghargai pertemanan ini. Sekali-sekali kita bisa saja bertengkar untuk menguji seberapa kokoh inti persahabatan itu. Mungkin ini saatnya.
Notes
1
Posted
9 months ago

Membantu

Mereka meronta,
Aku menangis,
Kau tunjukkan gajah di pelupuk mata
Mereka itu penggemar heroin sejati !
Kita tak akan pernah bisa membius jati diri mereka

Duh !
Aku lupa hentakkan kita dahulu,
dimana nyali adalah tanda prestasi diri
Penyanyi ilusi adalah mata hati angin,
yang kini kita tinggalkan demi hak asasi

Tang tang tang tang !
Kita balikkan saja mangkuk yang kita beli waktu itu,
siapa tahu muntahan itu berubah jadi upeti
Lenggak lenggok merak terus terlihat agar mereka melihat jati dirinya

Posted
9 months ago

Notabenenya Mereka …

Anjing itu mengais tumpukan debu emas
Perlahan tapi pasti tumpukan itu akan menghilang dijilatannya
Kau tak akan tahu kapan aku akan mengambil senapan dengan peluru darah di dalamnya

Saat ini aku liar mata dengan hadirnya bencana
Di saat seperti inilah aku akan mencari sampah
Sampah-sampah bodoh yang terus mengeluarkan bau menyengat hingga akhirnya sang anjing juga akan menyukainya

Tidak ada kepelikkan dalam hidupku
Karena aku yakin tumpukan debu emas yang dicarinya bukanlah milik siapa-siapa
Sang pelaut mungkin akan marah mendengarnya, mencekam dalam lantunan musik waltz di malam Asyura yang dia pikir sebuah mimpi dari pemenang kedua

Posted
9 months ago